Ads 468x60px

SOFFAN MECHAZHEN

Soffan Mechazhen

Aku bukanlah orang cerdas tapi aku akan belajar pada orang-orang yang cerdas, karena orang-orang yang cerdas adalah INSPIRASI bagi ku.,,,aku percaya bahwa kecerdasan itu pasti bisa kita raih dengan usaha dan do'a.,,yakinlah,,dan usahalah jangan takut untuk mencoba !!! KITA TAK AKAN BISA SEBELUM MENCOBA.,,,

Read More
API ALAM

API ALAM

Api Alam merupakan wisata api tak kunjung padam yang berada di desa larangan tokol tlanakan pamekasan,,,sungguh ini adalah kekuasaan allah yang bisa menciptkan api yang kluar dari tanah,,,, Subhanallah,,!!!! maha besar allah,,,

Read More
MASJID MECHAZHEN

MASJID MECHAZHEN

Masjid Jami' Assyuhada' Pamekasan di Alun- alun Arek Lancor Pamekasan..(Masjid merupakan pusat kegiatan islam,,hormatilah masjid karena masjid adalah rumah allah)....

Read More
Oreng Madhure

Oreng Madhure

Oreng Madhure meskipun keras suka damai,sosialis, religius. Madura merupakan pulau yang kaya akan budaya dan kental dengan alam religi,(Oreng madhure tak toman la nyala ken mun esalae innalillah,,),,,,

Read More
Batik Mechazhen

Batik Mechazhen

Batik madura merupakan kebudayaan yang sangat membanggakan kini batik sudah merakyat digemari oleh semua kalangan dan pamekasan merupakan salah satu kota batik...

Read More
Sahut aut reiciendis

Sahut aut reiciendis

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas molestias excepturi sint occaecati cupiditate non provident, similique sunt in culpa qui officia...

Read More
Tampilkan postingan dengan label islamic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islamic. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juli 2012

ISLAM DAN BUDAYA MADURA


ISLAM DAN BUDAYA MADURA
Religiusitas masyarakat etnik Madura telah dikenal luas sebagai bagian dari keberagamaan kaum muslimin Indonesia yang berpegang teguh pada tradisi (ajaran?) Islam dalam menepak realitas kehidupan sosial budayanya. Kendati pun begitu, kekentalan dan kelekatan keberislaman mereka tidak selalu mencerminkan nilai-nilai normatif ajaran agamanya. Kondisi itu dapat dipahami karena penetrasi ajaran Islam ─ yang dipandang relatif berhasil ─ ke dalam komunitas etnik Madura dalam realitasnya berinteraksi (tepatnya, to be interplay) dengan kompleksitas elemen-elemen sosiokultural yang melingkupinya, terutama variabel keberdayaan ekonomik, orientasi pendidikan, dan perilaku politik. Hasil penetrasi Islam ke dalamnya kemudian menampakkan karakteristik tertentu yang khas dan ─ sekaligus juga ─ unik.
Oleh karena itu, pemahaman dan penafsiran atas ajaran Islam normatif pada warga etnik Madura pada perkembangannya berjalan seiring dengan kontekstualitas konkret budayanya yang ternyata sangat dipengaruhi ─ jika tidak dikatakan bermuatan heretical ─ oleh lingkup lokalitas dan serial waktu yang membentuknya (Rahman, 1994: 141). Dalam perwujudannya, keberagamaan etnisitas komunal itu ternyata menampakkan diri dalam bentuk local tradition di mana Islam sebagai great tradition (ajaran dan praksis normatif) membentuk konsepsi tentang realitas yang mengakomodasi kenyataan sosiokultural masyarakatnya atau komunitas yang dibentuknya itu (Azra, 1999: 12). Kehadiran dan keberadaan Islam ke dalam suatu entitas sosial budaya telah menjadi “gerakan aktual-kultural” yang mengakomodasi dialog dalam/dengan beragam segmentasi kehidupan
Reade more >>

Kamis, 21 Juni 2012

Baldatun Toyyibatun Warobbun Ngafur



Pembentukan Moral Generasi Bangsa Dalam Membangun Baldatun  Toyyibatun Warobbun Ngafur  Melalui Pendidikan Pesantren

OLEH : MUSOFFAN


Suatu negara bisa dikatakan baik apabila mempunyai masa depan yang cerah sedangkan masa depan suatu negara tergantung pada generasi muda yang akan meneruskan perjuangan akitifis bangsa, akhir – akhir ini moralitas anak bangsa sudah menurun sehingga kelak akan berimbas ketika terjun menjadi aktifis bangsa selanjutnya. Suatu pemikiran tidak dapat tumbuh begitu saja tanpa adanya sarana dan prasarana ataupun supra-struktur dan infra-struktur yang tersedia. Dalam hal ini pendidikan merupakan sarana yang paling penting bagi tumbuhnya pemikiran-pemikiran baru yang konsisten dalam menunjang perbaikan moral generasi bangsa yang kini semakin turun drastis.
Fenomena bangsa indonesia selepas kemerdekaan bukanlah menjadi bangsa yang bermartabat melainkan menjadi bangsa yang moralitasnya rendah, bangsa yang berbudaya rendah. maraknya kriminalitas dilapisan masyarakat serta kejahatan - kejahatan publik semacam korupsi yang sudah mewabah disetiap lapisan masyarakat adalah akibat salah pengertian dalam mencari ilmu dan tidak mengetahui hakekat mencari ilmu. Serta tidak adanya islamisasi ilmu sperti pendidikan dipesantren sehingga ilmu yang didapat hanyalah iptek saja tampa mengenal imtaq.
Pendidikan pesantren merupakan faktor penting penentu suatu pembangunan, dengan pendidikan moralitas suatu masyarakat bisa terbangun, moralitas yang terbangun dengan baik juga akan menghasilkan sebuah budaya yang baik, budaya yang baik akan menghasilkan peradaban yang baik pula. lahirnya peradaban yang sistematis akan tercipta jika manusia selalu berpegang teguh pada konsep - konsep agama. jika konsep - konsep agama ditinggalkan dan hanya menjadi seremonial akan menghasilkan kejumudan ( kejahatan ) pada masyarakat.
Pesantren sejak zaman dulu selalu menjadi pusat pendidikan islam yang unggul  dan mapan, karena pesantren  menjadi  suatu sarana pembentukan kaderisasi muslim yang mampu beradaptasi dan bisa menjawab tantangan westernisasi serta tetap konsis dalam aqidah islam. yakni tetap menanamkam lafadz “laailaaha illa allah muhammadar rosulullah’’ dalam hati sehigga segala hal perbuatan akan selalu dalam ridho allah swt. karna lafadz  syahadataini tersebut tersebut merupakan suatu bentuk proklamasi kemerdekaan manusia dari penjajahan nafsu manusia itu sendiri dan pengaruh orang lain. Seperti pergaulan beban dan lainnya.
Pondok Pesantren juga berusaha untuk mencetak para peserta didiknya menjadi insan yang mandiri, yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat dan kelompoknya, dimanapun dia berada, dan disektor apapun dia berkarya dan bekerja. Hal ini juga berkaitan dengan tugasnya sebagai pelaksana dan pencipta kemakmuran di Bumi Allah, yang senantiasa membuat kebaikan dan kemanfaatan bagi ummat dan lingkungan disekitarnya.
Misi lain Pondok Pesantren adalah membentuk manusia yang mampu berbuat kebajikan untuk tujuan amar makruf dan nahi munkar.berilmu luas beramal ikhlas dan berakhlauk karimah.Sosok yang diharapkan adalah sosok figur yang peka terhadap apa yang terjadi di masyarakat, serta mempunyai kemampuan dan kemauan untuk merubah hal yang tidak baik di masyarakat yang bersangkutan, sehingga tercipta keadilan, keamanan dan ketertiban di masyarakatnya.
Kelahiran pondok pesantren adalah karena adanya tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan. Karena lahir dari tuntutan umat, maka pondok pesantren selalu menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitarnya sehingga kehadirannya di tengah-tengah masyarakat tidak menjadi terasing. Dalam waktu yang sama segala aktifitasnya juga mendapat dukungan dan apresiasi dari masyarakat sekitar.
Sebagai institusi pendidikan yang fungsional, pondok pesantren mampu memberi jawaban atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Pondok pesantren memang bukan hanya sekedar lembaga pendidikan. Pesantren juga merupakan medium budaya dalam kehidupan masyarakat. Namun demikian, sebagaimana dikemukakan oleh Abdurrahman Wahid, jarang sekali orang yang berpandangan demikian. Pondok pesantren bukan hanya lembaga pendidikan intelektual, akan tetapi juga, pendikan spiritual, pendidikan  moral, dan sebagai lembaga pendidikan sosial kemsyarakatan. Di sini, pesantren mendidik santri kehidupan praktis di masyarakat tentang bagaimana mereka menjalankan peran sosial (social role) dalam masyarakat. Sebagai lembaga pendidikan dan medium kebudayaan masyarakat, pondok pesantren dapat berperan aktif dalam kehidupan sosial masyarakat.
Dalam perkembangannya ke depan, yang harus selalu diingat adalah bahwa pesantren harus tetap menjadi ‘rumah’ dalam mengembangkan pertahanan mental spiritual sesuai dengan perkembangan jaman dan tuntutan masa. Selain itu, ilmu yang diajarkan di pesantren harus memiliki pola integralistik (umum-agama) yang dilandasi karakteristik keilmuan Islam , diantaranya bersumber dari Allah SWT, bersifat duniawi dan ukhrawi, berlaku umum untuk semua komunitas manusia, realistis, dan integral; artinya tidak dikotomis pada dimensi keilmuannya, serta universal sehingga dapat melahirkan konsep-konsep keilmuwan di segala bidang dan semua kebutuhan manusia. Dan, yang tak kalah pentingnya adalah pesantren, yang merupakan pendidikan berbasis agama (Islam), harus mampu memaksimalkan aspek da’wah karena da’wah merupakan bagian dari Islam dan tidak bisa dipisahkan dengan ilmu-ilmu keislaman.
Oleh karena itu dibutuhkan beberapa cara, baik langsung maupun tidak langsung, untuk menjalankan hal tersebut, seperti menyediakan SDM, yaitu menyediakan para pengelola dan pengajar yang faham konsep-konsep tersebut, ada kebijakan politik dari pihak terkait untuk mendukung hal tersebut, dan selalu melakukan penelitian untuk melakukan pengembangan sistim pesantren dari masa ke masa. Dalam hal ini, kebijakan pemerintah turut mempengaruhi dunia pendidikan, khususnya pesantren. Pemerintah seyogyanya memiliki keberpihakan dan pembelaan pada pesantren, khususnya pada isu terorisme yang berkembang beberapa tahun ini. Diharapkan ada dukungan kebijakan terhadap fitnah yang tertuju pada sistem pendidikan yang memang lahir dari rahim bangsa kita sendiri. Kemudian, dukungan masyarakat pada keberadaan lembaga pendidikan pesantren tersebut juga tidak bisa diabaikan. Dengan kata lain bahwa masyarakat hendaknya juga memiliki kesadaran untuk ikut terlibat dalam perubahan sistem pendidikan pesantren. Misalnya ada keterlibatan masyarakat dalam pesantren yang berorientasi pada bidang sosial, budaya, ataupun pertanian.
Reade more >>